Apa Itu Maker dan Taker? Panduan Paling Mudah Dipahami untuk Pemula tentang “Jenis Order” dalam Trading Kripto (Edisi 2026)
Dalam trading cryptocurrency, sebagian besar pemula akan merasa bingung saat pertama kali menemukan dua istilah berikut:
- Maker Fee
- Taker Fee
Banyak panduan hanya menjelaskan:
- Maker = Limit Order
- Taker = Market Order
Namun, itu hanyalah penjelasan di permukaannya.
Kunci sebenarnya untuk memahami Maker dan Taker terletak pada tiga hal: waktu, likuiditas, dan pengendalian biaya.
Dalam panduan ini, kita akan membahas dari sudut pandang yang lebih praktis:
- Perbedaan sebenarnya antara Maker dan Taker
- Mengapa pemula sebaiknya mempelajari Maker Order terlebih dahulu
- Bagaimana fitur Post-Only membantu menghindari Anda menjadi Taker secara tidak sengaja
- Cara menghitung biaya trading yang sebenarnya
- Tren biaya transaksi terbaru di bursa kripto pada tahun 2026
1. Apa Itu Maker?
Maker adalah trader yang menambahkan likuiditas ke order book.
Contoh:
Harga pasar BTC saat ini:
BTC = 60.000 USDT
Anda memasang order:
Beli BTC di harga 59.800 USDT
Order tersebut tidak akan langsung dieksekusi.
Sebaliknya, order akan masuk ke order book dan menunggu trader lain mencocokkannya.
Pada saat itu, Anda berperan sebagai Maker.
Karakteristik Maker
Order Maker:
- Tidak dieksekusi secara langsung
- Menambah likuiditas pasar
- Menunggu di order book hingga ada pasangan transaksi
Karena membantu meningkatkan likuiditas pasar, bursa biasanya memberikan insentif kepada Maker.
Keuntungan yang umum diberikan antara lain:
- Biaya Maker lebih rendah
- Bahkan pada beberapa platform tersedia biaya Maker negatif (Maker Rebate)
2. Apa Itu Taker?
Taker adalah trader yang ordernya langsung dieksekusi.
Contoh:
Harga pasar BTC saat ini:
BTC = 60.000 USDT
Anda menekan:
Market Buy
Order Anda akan langsung dipasangkan dengan order jual yang sudah ada di order book.
Dengan demikian, Anda menjadi Taker.
Karakteristik Taker
Order Taker:
- Langsung dieksekusi
- Mengambil likuiditas dari order book
- Biasanya dikenakan biaya transaksi yang lebih tinggi
Hal ini karena bursa harus menjaga kedalaman order book agar tetap memadai.
3. Mengapa Pemula Sebaiknya Belajar Menggunakan Maker Order Terlebih Dahulu
Banyak tutorial menyarankan:
"Pemula sebaiknya menggunakan Taker Order terlebih dahulu agar cepat terbiasa dengan proses trading."
Namun dalam praktiknya, saran tersebut belum tentu merupakan pilihan terbaik.
Alasannya sederhana: modal pemula umumnya masih terbatas.
Jika terlalu sering menggunakan Taker Order, Anda bisa menghadapi:
- Biaya transaksi yang lebih tinggi
- Slippage yang lebih besar
- Akumulasi biaya trading yang semakin cepat
Dalam jangka panjang, biaya-biaya tersebut akan terus mengurangi modal Anda.
Strategi yang lebih baik adalah:
Gunakan Maker Order selama Anda tidak membutuhkan eksekusi instan.
Dengan kata lain, belajarlah memperoleh "keuntungan tersembunyi" pertama Anda hanya dengan bersabar menunggu order terisi.
Taker Order umumnya hanya digunakan dalam situasi tertentu, seperti:
- Mengejar pergerakan harga yang sangat cepat
- Menjalankan stop-loss
- Keluar dari posisi secepat mungkin
4. Post-Only: Perlindungan Agar Tidak Menjadi Taker Secara Tidak Sengaja
Banyak pemula mengira:
Limit Order = Maker
Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.
Jika Limit Order Anda langsung tereksekusi, maka order tersebut tetap akan dikategorikan sebagai Taker Order.
Artinya, Anda tetap dikenakan Taker Fee.
Solusinya adalah menggunakan fitur Post-Only.
Ketika Post-Only diaktifkan:
Jika order Anda berpotensi langsung dieksekusi, sistem akan secara otomatis membatalkannya.
Dengan begitu, order Anda dipastikan hanya masuk ke order book sebagai Maker Order.
Di platform seperti Global HibtHub dan OKX, fitur Post-Only biasanya tersedia dalam bentuk kotak centang saat memasang order.
Bagi pemula, fitur ini merupakan perlindungan yang sangat berguna.
5. Rumus Biaya Trading yang Sebenarnya
Banyak trader hanya memperhatikan biaya transaksi (trading fee).
Padahal biaya trading yang sebenarnya lebih tepat dihitung dengan rumus berikut:
Biaya Sebenarnya = Nilai Transaksi × (Persentase Fee + Persentase Slippage)
Contoh:
Nilai transaksi:
10.000 USDT
Maker Fee:
0,05%
Slippage:
0,3%
Maka biaya sebenarnya adalah:
10.000 × (0,05% + 0,3%) = 35 USDT
Bahkan jika Maker Fee = 0%, slippage yang besar tetap dapat menyebabkan biaya transaksi yang tinggi.
Karena itu, kedalaman order book juga merupakan faktor yang sangat penting.
6. Biaya Negatif pada Tahun 2026 (Maker Rebate)
Pada tahun 2026, banyak bursa mulai menerapkan Maker Fee negatif untuk meningkatkan likuiditas.
Contoh:
Maker Fee = -0,01%
Artinya:
Saat Maker Order Anda berhasil dipenuhi, bursa tidak hanya membebaskan biaya transaksi, tetapi juga memberikan rebate kepada Anda.
Model ini sangat menarik bagi:
- Market maker
- Trader kuantitatif
- Strategi high-frequency trading (HFT)
- Penyedia likuiditas
Beberapa bursa baru bahkan menggunakan sistem biaya negatif untuk menarik lebih banyak pengguna agar menyediakan likuiditas.
7. Struktur Biaya Bertingkat pada Tahun 2026
Saat ini sebagian besar bursa sudah tidak lagi menggunakan struktur biaya tetap.
Sebagai gantinya, mereka menerapkan sistem biaya bertingkat (Tiered Fee Structure).
Contoh struktur yang umum digunakan:
| Tier | Maker Fee | Taker Fee |
|---|---|---|
| Pengguna Reguler | 0,08% | 0,10% |
| VIP1 | 0,06% | 0,08% |
| VIP2 | 0,04% | 0,06% |
Selain itu, banyak platform juga menawarkan diskon biaya transaksi apabila pengguna membayar fee menggunakan token native platform.
Contoh:
Saat menggunakan token platform Global HibtHub untuk membayar biaya transaksi:
Taker Fee
0,08% → 0,06%
Mekanisme ini dapat secara signifikan mengurangi biaya trading dalam jangka panjang.
8. Cara Paling Mudah Memahami Maker dan Taker
Anda dapat merangkumnya dalam satu kalimat sederhana:
| Jenis | Makna |
|---|---|
| Maker | Menunggu eksekusi untuk mengurangi biaya |
| Taker | Eksekusi langsung untuk menghemat waktu |
Dengan kata lain:
Maker menukar waktu dengan biaya yang lebih rendah.
Taker menukar biaya dengan kecepatan.
FAQ
Apakah Limit Order selalu merupakan Maker Order?
Belum tentu.
Jika order tersebut langsung tereksekusi, maka tetap akan dianggap sebagai Taker Order.
Apa fungsi Post-Only?
Post-Only memastikan order Anda hanya menjadi Maker Order sehingga Anda tidak dikenakan Taker Fee secara tidak sengaja.
Mengapa trader profesional lebih suka menggunakan Maker Order?
Karena dalam trading jangka panjang, perbedaan biaya transaksi dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap profitabilitas.
Kapan Anda harus menggunakan Taker Order?
Biasanya ketika:
- Menjalankan stop-loss
- Ingin masuk posisi secepat mungkin
- Pasar sedang mengalami volatilitas tinggi
Kesimpulan
Memahami Maker dan Taker bukan hanya soal biaya transaksi.
Konsep ini juga berkaitan dengan:
- Likuiditas pasar
- Kedalaman order book
- Pengendalian biaya
- Strategi trading
Bagi pemula, salah satu kebiasaan terbaik adalah belajar menggunakan Maker Order dan bersabar menunggu order tereksekusi.
Dalam jangka panjang, pendekatan ini dapat secara signifikan menekan biaya trading dan membantu Anda bertahan lebih lama di pasar.
Tim Global HibtHub
2026-03-14